• Nutrisantara
  • Posts
  • 4 Mitos Kenapa Asam Urat Tinggi dan Cara Mengatasinya

4 Mitos Kenapa Asam Urat Tinggi dan Cara Mengatasinya

Jangan salahkan daging dan jeroan, kebiasaan makan dan minum tinggi gula salah satu penyebabnya.

Hari gini masih aja menyalahkan daging dan jeroan sebagai penyebab asam urat. Beneran deh, daging dan jeroan itu sebenernya sehat dan ada banyak kandungan micro nutrients yang sangat dibutuhkan oleh tubuh asalkan dikonsumsi pada porsi yang seimbang ya. Jika Kamu sudah menyentuh umur 30an, pasti sering denger tentang bahayanya asam urat yang dikarenkan terlalu banyak makan daging dan jeroan.

Namun, bukan itu penyebab utamanya. Lho kok?

Sebelum lanjut, baca juga artikel Kami tentang bahayanya gula dan makan ultra proses.

Yes, salah satu penyebab terbesarnya adalah Kamu secara tidak sadar memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula dan diperparah dengan jarangnya berolahraga.

Ayo ngaku, pasti ini kebiasaan Kamu sehari-hari?

Rebahan, nonton netflix sampe pagi, makan cemilan manis sambil minum boba, biar semangat minumnya es kopi susu gula aren, dan kalo laper makan nasi padang pake rendang atau gulai otak.

Terus setelah itu merasa takut kena asam urat, lalu Kamu salahin nasi padang kan?

Warga Indonesia

Makanan seenak itu kok disalahin?

Coba Kamu berpikir ulang kebiasaan Kamu selain makan nasi padang? Kami berani bertaruh pasti sering mengonsumsi gula dan makanan ultra proses kan? Hehe.

Baik, lalu apa pengaruhnya gula dan makanan ultra proses dengan asam urat?

Yuk kita bahas mitos dan fakta seputar asam urat yang berfokus pada hubungan antara asam urat, gula, makanan ultra prose, serta gaya hidup rebahan Kamu.

1. Pemicu Utama Inflamasi Asam Urat

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa salah satu penyebab utama asam urat adalah inflamasi, yang seringkali dipicu oleh kebiasaan konsumsi gula berlebihan dan makanan olahan. Gula, khususnya gula tambahan yang ditemukan dalam minuman manis dan makanan cepat saji, dapat menyebabkan resistensi insulin.

Resistensi insulin adalah kondisi di mana sel-sel tubuh tidak merespons insulin secara efektif, yang ujung-ujungnya berdampak pada meningkatkannya produksi asam urat.

Nutrisantara

Makanan olahan, yang sering kali mengandung bahan tambahan, lemak trans, dan pemanis buatan, juga dapat memicu peradangan dalam tubuh. Peradangan ini dapat merangsang produksi asam urat. Oleh karena itu, perubahan sederhana dalam pola makan, seperti mengurangi konsumsi gula dan makanan olahan, dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam mencegah inflamasi dan mengelola kadar asam urat.

2. Kandungan asam urat tinggi tidak selalu buruk

Banyak orang menganggap tingginya kandungan asam urat dalam tubuh sebagai masalah. Namun, perlu dicatat bahwa asam urat adalah hasil alami dari pemecahan purin, suatu senyawa yang ditemukan dalam makanan dan tubuh. Asalkan tidak terjadi inflamasi akibat resistensi insulin yang disebabkan oleh konsumsi makanan tinggi gula dan makanan ultra proses, kandungan asam urat tinggi tidak selalu berarti buruk.

Pentingnya adalah menjaga keseimbangan antara produksi dan eliminasi asam urat. Buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan yang kaya serat dapat membantu mengontrol kadar asam urat dalam tubuh. Ini menunjukkan bahwa fokus pada diet yang seimbang dan penuh nutrisi dapat membantu mengelola kadar asam urat tanpa harus menghindari makanan yang secara alami mengandung purin.

3. Daging dan jeroan: bukan penyebab utama inflamasi asam urat

Salah satu mitos umum seputar asam urat adalah bahwa daging dan jeroan merupakan penyebab utama inflamasi. Namun, bukti ilmiah menunjukkan sebaliknya. Daging dan jeroan sebenarnya adalah sumber protein berkualitas tinggi dan mikronutrien penting seperti zat besi dan vitamin B12 yang diperlukan oleh tubuh.

Penelitian menunjukkan bahwa asam urat yang dihasilkan dari pemecahan purin dalam daging tidak memiliki korelasi langsung dengan peningkatan risiko asam urat. Yang lebih berperan adalah pola makan keseluruhan dan gaya hidup sehat. Oleh karena itu, mengonsumsi daging dan jeroan dengan bijak dalam konteks diet seimbang dapat memberikan manfaat gizi tanpa meningkatkan risiko asam urat.

4. Kurang olahraga dan angkat beban: dampak pada asam urat

Aktivitas fisik yang kurang, termasuk kurangnya olahraga dan angkat beban, dapat menyebabkan penumpukan berat badan dan kelemahan otot. Kondisi ini dapat berkontribusi pada peningkatan kadar asam urat dalam tubuh. Aktivitas fisik membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi peradangan, yang dapat membantu mengontrol asam urat.

Selain itu, kebiasaan makan dan minum yang kurang sehat, seperti mengonsumsi minuman manis secara berlebihan, juga dapat menyebabkan inflamasi dan menjadi faktor risiko asam urat. Oleh karena itu, kombinasi olahraga teratur dan kebiasaan makan sehat dapat menjadi kunci untuk mencegah dan mengelola asam urat.

Olahraga angkat beban dan masa otot

Olahraga angkat beban adalah bentuk latihan resistensi yang bertujuan untuk menguatkan otot dengan melibatkan beban tambahan. Melakukan latihan ini secara teratur dapat meningkatkan massa otot, yang memiliki beberapa manfaat kesehatan:

a. Meningkatnya metabolisme:

  • Meningkatkan massa otot dapat meningkatkan tingkat metabolisme basal, yang artinya tubuh Anda akan membakar lebih banyak kalori bahkan saat sedang istirahat.

  • Hal ini dapat membantu menjaga berat badan yang sehat, yang merupakan faktor penting dalam mengelola asam urat.

b. Sensitivitas insulin yang lebih baik:

  • Olahraga angkat beban dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Dengan demikian, sel-sel tubuh menjadi lebih efisien dalam menggunakan insulin, yang dapat membantu mencegah resistensi insulin yang dapat berkontribusi pada peningkatan asam urat.

c. Pemecahan purin yang lebih efisien:

  • Peningkatan massa otot dapat membantu meningkatkan efisiensi pemecahan purin dalam tubuh. Purin adalah senyawa yang dipecah menjadi asam urat, dan proses ini dapat terjadi lebih efisien dengan adanya otot yang lebih banyak.

Masa otot dan pengelolaan asam urat

Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Kadar Asam Urat:

  • Aktivitas fisik, termasuk olahraga angkat beban, dapat membantu mengatur kadar asam urat dalam tubuh.

  • Aktivitas fisik meningkatkan sirkulasi darah, membantu proses eliminasi asam urat melalui ginjal, dan dapat mengurangi risiko penumpukan asam urat.

Mengelola asam urat melibatkan pemahaman yang holistik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Gula, makanan ultra proses, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan makan dan minum yang tidak sehat merupakan faktor-faktor yang dapat memicu inflamasi.

Olahraga angkat beban dan peningkatan massa otot dapat berperan penting dalam mengelola asam urat, terutama melalui efek positifnya terhadap metabolisme, sensitivitas insulin, dan pemecahan purin. Namun, ini harus diimbangi dengan pola makan yang seimbang dan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Dalam pengelolaan asam urat, pendekatan holistik yang melibatkan aktivitas fisik, nutrisi yang tepat, dan perhatian terhadap faktor-faktor lain seperti berat badan dan resistensi insulin dapat memberikan hasil yang optimal.

Jadi logika nya gini aja:

Angkat beban —> utamakan protein —> kurangi konsumsi gula dan makanan ultra proses —> masa otot meningkat —> makan daging/jeroan untuk kebutuhan protein —> olahraga angkat beban lagi —> protein lagi —> sehat dan tidak takut asam urat.

Proteins and muscles win your life!

Join the conversation

or to participate.