• Nutrisantara
  • Posts
  • Benarkah Hati Sapi Tinggi Kolesterol? Berikut 3 Faktanya!

Benarkah Hati Sapi Tinggi Kolesterol? Berikut 3 Faktanya!

Daripada makan sayur mulu, mending cobain hati sapi deh

“Lo makan ati sapi? tiati kolesterol lhoo”

“jangan banyak-banyak bro, ntar leher kenceng”

“duh takut tinggi kolesterol gue”

Warga Indonesia

Kandungan hati sapi

Kenapa ya hati sapi seringkali menjadi korban stereotip negatif, terutama kandungan kolesterolnya yang memicu ketakutan. Padahal di balik tabir masakan yang mewah dan cita rasa yang khas, ada pahlawan terlupakan dalam dunia kuliner: hati sapi.

Secara fakta, hati sapi merupakan superfood yang kaya akan protein, vitamin, mineral dan micronutrients yang memberikan manfaat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan dari kandungan nutrisi pada hati sapi:

Nutrisi

Kandungan dalam 100g Hati Sapi

Manfaat

Kalori

135 kcal

Sumber energi yang penting untuk fungsi tubuh yang optimal.

Protein

20.4 g

Memelihara dan memperbaiki jaringan otot, kulit, dan rambut.

Lemak

4.9 g

Menyediakan energi, membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, dan menjadi komponen penting dalam pembentukan membran sel.

Karbohidrat

3.6 g

Sumber energi yang penting untuk otak dan sistem saraf.

Kolesterol

419 mg

Penting untuk sintesis hormon-hormon tertentu dan pembentukan membran sel.

Zat Besi

6.2 mg

Mendukung pembentukan sel darah merah dan transportasi oksigen dalam tubuh.

Kalsium

6 mg

Membantu membangun dan memelihara tulang dan gigi yang kuat.

Magnesium

18 mg

Berperan dalam lebih dari 300 reaksi biokimia dalam tubuh, termasuk kontraksi otot, fungsi saraf, dan pembentukan protein.

Fosfor

302 mg

Penting untuk kesehatan tulang dan gigi, serta pembentukan DNA dan RNA.

Kalium

313 mg

Mendukung fungsi otot, keseimbangan cairan tubuh, dan tekanan darah yang sehat.

Vitamin A

16898 IU

Penting untuk kesehatan mata, sistem kekebalan tubuh, dan pertumbuhan sel.

Vitamin B12

111.3 mcg

Mendukung pembentukan sel darah merah dan fungsi saraf yang sehat.

Riboflavin (B2)

3.4 mg

Berperan dalam metabolisme energi dan membantu menjaga kesehatan kulit dan mata.

Niacin (B3)

13.1 mg

Mendukung metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, serta menjaga kesehatan kulit dan sistem saraf.

Vitamin C

27.0 mg

Berperan sebagai antioksidan, membantu penyembuhan luka, serta meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan.

Vitamin E

0.63 mg

Antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oleh radikal bebas, serta berperan dalam kesehatan kulit dan sistem kekebalan tubuh.

Vitamin K

0.2 mcg

Penting untuk pembekuan darah yang normal, serta kesehatan tulang dan pembuluh darah.

Lalu, jika ngomongin sehat, di era sekarang banyak warga yang mempunyai pemahaman bahwa diet vegan lebih menyehatkan dan rendah kolesterol.

Eh, ngomong-ngomong kolesterol, sejatinya, tubuh itu butuh kolesterol lho.

Sebelum membahas kolesterol, baiknya kita bahas dulu perbandingan makro dan mikro nutrisi antara hati sapi dan beberapa contoh makanan vegan:

Nutrien

Hati Sapi (100g)

Almond (100g)

Bayam (100g)

Tahu (100g)

Kalori

135 kcal

576 kcal

23 kcal

76 kcal

Protein

20.4 g

21.2 g

2.9 g

8.1 g

Lemak

4.9 g

49.9 g

0.4 g

4.8 g

Karbohidrat

3.6 g

21.7 g

3.6 g

1.5 g

Serat

0 g

12.5 g

2.2 g

0.9 g

Kolesterol

419 mg

0 mg

0 mg

0 mg

Zat Besi

6.2 mg

3.7 mg

2.7 mg

2.7 mg

Vitamin A

16898 IU

1 IU

9377 IU

27 IU

Vitamin B12

111.3 mcg

0 mcg

0 mcg

0.5 mcg

Vitamin C

27.0 mg

0 mg

28.1 mg

2.0 mg

Vitamin E

0.63 mg

25.6 mg

2.0 mg

0.46 mg

Folat

290 mcg

44 mcg

194 mcg

29 mcg

Dari tabel di atas, terlihat bahwa hati sapi memiliki kandungan nutrisi yang lebih kaya dibandingkan makanan vegan dalam hal protein, zat besi, vitamin B12, Folat dan vitamin A.

Lalu, kenapa sih hati sapi masih dicap negatif bagi banyak orang? Yuk kita bahas mitos dan fakta tentang hati sapi.

Mitos dan fakta hati sapi

Mitos 1: Hati Sapi meningkatkan risiko penyakit jantung karena kolesterol tinggi.

Fakta: Kolesterol yang terkandung dalam hati sapi tidak selalu berdampak negatif pada kesehatan jantung. Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi kolesterol, seperti hati sapi, tidak secara langsung meningkatkan risiko penyakit jantung pada sebagian besar orang. Sebaliknya, pola makan keseluruhan dan gaya hidup yang sehat memiliki peran yang lebih besar dalam kesehatan jantung.

Mitos 2: Menghindari Hati Sapi untuk menjaga kesehatan kolesterol.

Fakta: Kolesterol dalam makanan tidak sepenuhnya menentukan kadar kolesterol dalam tubuh. Produksi kolesterol tubuh lebih dipengaruhi oleh faktor genetik dan pola makan keseluruhan. Konsumsi hati sapi sebagai bagian dari diet seimbang dengan porsi yang sesuai dapat berkontribusi pada asupan nutrisi yang baik tanpa signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Mitos 3: Hati Sapi tidak cocok untuk diet sehat.

Fakta: Hati sapi mengandung berbagai nutrisi penting, termasuk zat besi, vitamin B12, dan protein, yang semuanya penting untuk kesehatan tubuh. Dengan memasukkan hati sapi dalam pola makan seimbang, seseorang dapat mendapatkan manfaat nutrisi yang beragam yang diperlukan untuk fungsi tubuh yang optimal.

Kolesterol Penting Untuk Masa Otot

Masih seputar kolesterol, tau gak Kamu kalau kolesterol sangatlah berguna bagi yang mempunyai rutinitas olahraga angkat beban?

Yes, karena sejatinya kolesterol sangat dibutuhkan dalam proses pembentukan otot.

Pertama-tama, penting untuk memahami bahwa kolesterol sendiri adalah senyawa yang diperlukan oleh tubuh untuk berbagai fungsi penting, termasuk pembentukan membran sel, produksi hormon-hormon tertentu, dan metabolisme vitamin D. Kolesterol juga merupakan komponen utama dalam proses sintesis hormon-hormon steroid, seperti hormon seks dan kortisol.

Sebagian besar kolesterol dalam tubuh diproduksi secara alami oleh hati, dan hanya sebagian kecil dari kolesterol berasal dari makanan. Meskipun hati sapi mengandung kadar kolesterol yang tinggi, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan kaya kolesterol seperti hati sapi tidak langsung menyebabkan peningkatan kolesterol darah yang signifikan pada sebagian besar orang. Hal ini karena tubuh secara otomatis mengatur produksi kolesterol berdasarkan kebutuhan tubuh, sehingga konsumsi makanan kaya kolesterol hanya memiliki dampak kecil pada kolesterol darah.

Namun, penting untuk diingat bahwa risiko peningkatan kolesterol darah lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti pola makan secara keseluruhan dan gaya hidup. Misalnya, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan obesitas, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi metabolisme kolesterol. Demikian pula, kurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan merokok juga dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh.

Sementara itu, latihan angkat beban atau latihan kekuatan memang dapat membantu meningkatkan massa otot tubuh. Massa otot yang sehat tidak hanya memainkan peran dalam peningkatan metabolisme tubuh dan pembakaran lemak, tetapi juga dapat berkontribusi pada keseimbangan kolesterol dalam tubuh. Massa otot membutuhkan kolesterol untuk pertumbuhan dan pemeliharaannya, sehingga mengembangkan massa otot yang sehat dapat membantu dalam mengatur kadar kolesterol.

Namun demikian, walaupun latihan angkat beban dapat memberikan manfaat untuk kesehatan kolesterol, pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan tetap merupakan faktor yang lebih dominan dalam pengaturan kolesterol darah. Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola makan seimbang, menghindari konsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh, serta menjalani gaya hidup aktif yang mencakup latihan fisik secara teratur untuk menjaga kesehatan kolesterol dan kesehatan secara keseluruhan.

Join the conversation

or to participate.