• Nutrisantara
  • Posts
  • Stigma #10: Benarkah Makan Mie Instan Indomie itu Sehat?

Stigma #10: Benarkah Makan Mie Instan Indomie itu Sehat?

Yuk bangun hubungan yang sehat dengan mie instan.

indomie-instan

Siapa yang di sini sering sakau dengan indomie goreng?

Ayo ngaku!

Mie instan adalah salah satu makanan proses favorit warga +62 sejak zaman nenek moyang dikarenakan mudahnya ditemukan di berbagai toko-toko kecil hingga besar mulai dari warung kecil di pinggir jalan, toko kelontong, indomart/alfamart, hypermart, dan toko-toko besar lainnya.

Selain itu, cara bikinnya yang gampang dengan hanya merebusnya di air panas selama kurang lebih 15 menit lalu dituangkan untuk dicampur dengan bumbu-bumbu magic yang bikin rasanya nikmat tiada kira. Ini lah resep sukses mie instan di Indonesia yang didominasi oleh brand Indomie.

Mie instan juga menjamah berbagai kalangan mulai dari anak kecil, kalangan remaja, ibu dan bapak, kakek dan nenek, anak sekolahan, warga kantoran, kuli bangunan, atlit renang/lari, binaragawan, dan masih banyak lagi. Tidak heran ini merupakan salah satu makanan paling favorit dari sabang sampai marauke.

Tahukah Kamu?

Berdasarkan data World Instant Noodles Association, konsumsi mie instan Indonesia mencapai 14,26 miliar porsi/bungkus pada 2022. Jumlah ini meningkat 7,46% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) sebanyak 13,27 miliar bungkus.

Nutrisantara

Sumber: Katadata

Data menunjukkan bahwa terdapat pertumbuhan konsumsi mie instan secara drastis sejak pandemi. Itu menunjukkan bahwa warga Indonesia mengonsumsi lebih banyak mie instan selagi kita semua terjebak dan tidak dapat keluar dari rumah masing-masing. Sebagian besar warga Indonesia lebih memilih mie instan sebagai makanan utama mereka selagi masa pandemi.

Namun, apakah dampak dalam mengonsumsi mie instan secara berlebihan? Apakah terdapat dampak buruk bagi kesehatan? Apa saja sih kandungan yang terdapat di mie instan yang perlu diketahui?

Yuk berikut ini kita bahas secara mendalam.

Kandungan Nutrisi

Mie instan terbuat dari bahan tepung terigu.

Secara garis besar, berikut kandungan nutrisi yang biasanya terdapat pada mie instan:

  • Calories: 188

  • Carbs: 27 grams

  • Total fat: 7 grams

  • Protein: 5 grams

  • Fiber: 1 gram

  • Sodium: 891 mg

  • Thiamine: 16% of the Reference Daily Intake (RDI)

  • Folate: 13% of the RDI

  • Manganese: 10% of the RDI

  • Iron: 9% of the RDI

  • Niacin: 9% of the RDI

  • Riboflavin: 6% of the RDI

Walaupun mie instan gampang dibikin dan lezat dimakan, mie instan merupakan salah satu makanan yang kurang akan nutrisi yang baik yang dibutuhkan oleh tubuh kita seperti protein, mineral, fiber, vitamin A, vitamin C, vitamin B12, kalsium, magnesium, dan pottasium.

Mungkin Kamu merasa kenyang dan puas dengan mengonsumsi mie instan, lama-kelamaan Kamu akan kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk tetap berfungsi dengan baik. Ini berdampak terhadap kesehatan secara keseluruhan seperti kinerja otak, metabolisme, ginjal dan juga energi untuk beraktivitas.

Biasanya, orang yang suka makan mie instan cenderung punya masalah terhadap obesitas yang bikin mereka makan dalam porsi yang lebih banyak yang disebabkan oleh rasa mie instan yang sangatlah enak.

Jumlah Sodium

Sodium adalah mineral penting untuk menjaga tubuh tetap berfungsi dengan baik.

Sebagai contoh, kekurangan sodium di dalam tubuh dapat membuat rasa pusing, sakit kepala, dan lelah yang berlebihan, membuat kita tidak dapat beraktivitas seperti biasanya. Namun, mengonsumsi jumlah sodium yang berlebihan juga sangatlah tidak baik bagi kesehatan.

Beberapa studi menyimpulkan bahwa konsumsi jumlah sodium yang berlebihan dapat menagkibatkan resiko kanker perut, penyakit jantung, dan struk. Yang lebih parahnya lagi bagi Kamu yang sensitif terhadap sodium dapat mengakibatkan meningkatnya tekanan darah yang akan mempengaruhi kesehatan ginjal dan jantung.

Apa hubungan sodium dan mie instan?

Mie instan mempunyai kadar sodium yang sangatlah tinggi. Dalam satu bungkus mie instan terdapat 1,760 miligram sodium, atau 88% dari 2-gram yang merupakan rekomendasi yang disarankan oleh WHO.

Jadi, ketika Kamu mengonsumsi satu bungkus mie instan, secara tidak disadari adalah Kamu hampir memenuhi 88% dari konsumsi sodium yang disarankan oleh WHO. Jika Kamu makan hingga 2-4 bungkus setiap harinya, itu berarti kamu mengonsumsi kadar sodium yang tinggi di dalam tubuh.

Jadi, perlu diperhatikan kadar sodium yang dikonsumsi setiap harinya. Jangan sampai Kamu terlena dengan enaknya makan mie instan tetapi Kamu sakit-sakitan setelahnya.

Zat Aditif dan Pengawet

Sama seperti makanan proses lainnya, mie instan mengandung zat aditif seperti MSG (Monosodium Glutamate) dan bahan pengawet yang dapat membahayakan kesehatan tubuh.

MSG zat aditif yang dapat menjelaskan kenapa rasa mie instan begitu enak dan maknyus. Zat ini digunakan untuk meningkatkan cita rasa makanan yang membuat rasanya 10x lebih enak daripada makanan tanpa MSG.

Sekarang Kamu tahu kan kenapa Kamu tidak bisa berhenti makan mie instan? Ya MSG lah pelaku utamanya.

Beberapa riset membuktikan bahwa secara umum konsumsi MSG tergolong aman, namun untuk beberapa orang yang sensitif terhadap MSG, dapat berakibatkan sakit kepala, pusing, sakit di bagian dada, naiknya tekanan darah, keram otot, dan masih banyak lagi.

Walaupun tergolong aman, tidak berarti Kamu bisa mengonsumsi sebanyak-banyaknya. Dampak buruk MSG juga bisa terjadi bagi orang yang mengonsumsi MSG dalam jumlah yang tinggi. Jadi, penting untuk diperhatikan porsi yang dikonsumsi setiap harinya.

Haruskah Kamu Menjauhi Mie Instan atau Indomie?

Dengan semua penjelasan di atas tentang mie instan, haruskah Kamu tobat makan mie instan?

Tentu saja tidak.

Namun, perlu diperhatikan jumlah konsumsi setiap harinya. Jangan sampai Kamu mengalami semua dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh mie instan. Selama masih dalam kadar yang tepat, konsumsi mie instan aman untuk dimakan.

Berikut beberapa saran dari tim Nutrisantara dalam mengonsumsi mie instan:

  1. Jangan jadikan mie instan makanan utama Kamu. Sama seperti makanan proses lainnya, mie instan tidak dapat menawarkan cukup nutrisi tubuh yang dibutuhkan. Jadi, sangat disarankan untuk Kamu memenuhi porsi nutrisi dari makanan-makanan sehat lainnya seperti sayur, daging, telur, ikan, ayam, kacang-kacangan, dan lainnya. Kurangi jumlah asupan makanan dari mie instan.

  2. Perhatikan jumlah protein yang masuk ke dalam tubuh. Protein penting untuk menjaga energi dan membantu mengurangi berat badan. Pastikan jumlah protein yang dibutuhkan tubuh terpenuhi supaya Kamu tetap sehat dan mampu berolahraga dengan baik.

  3. Kurangi konsumsi sodium. Mie instan mengandung jumlah sodium yang tinggi, sangat disarankan jika Kamu dapat mengurangi jumlah sodium yang masuk di dalam tubuh untuk mencegah beberapa dampak buruk dalam mengonsumsi banyak sodium. Minum yang lebih banyak untuk memastikan bahwa Kamu terhidrasi karena biasanya Kamu akan merasa haus jika mengonsumsi makanan dengan banyak sodium. Cari alternatif mie instan yang rendah akan sodium.

Sekian saran dari Tim Nutrisantara terhadap mie instan.

Sebagai pesan penutup untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi banyak makanan yang bernutrisi dan sehat. Jangan hanya mengonsumsi makanan yang enak saja namun tidak cukup untuk memenuhi asupan nutrisi yang sangat penting bagi tubuh.

Tetap jaga kesehatan, man-teman!

Join the conversation

or to participate.