• Nutrisantara
  • Posts
  • Stigma #11: Membongkar Kedok Asli Milo Sebagai Minuman Gula Tinggi

Stigma #11: Membongkar Kedok Asli Milo Sebagai Minuman Gula Tinggi

Siapa bilang susu Milo sehat.

truk milo

Pasti beberapa dari Kamu pernah kedatangan truk Milo ke sekolah ketika masih SD atau SMP dengan berbagai macam tagline yang menekankan bahwa Milo itu minuman sehat yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan energi. Konteks energinya memang benar karena bersumber dari gula.

Betul, gula.

Tahukah Kamu?

Gula yang terdapat di Milo berjumlah 40% lho. Ini sungguh jumlah yang sangat tinggi dibanding Coca-Cola.

Nutrisantara

Oke, kita bahas deh yuk tentang Milo sebagai minuman berproses ini.

Milo adalah minuman malt dengan rasa cokelat yang telah menjadi favorit di banyak negara, sering kali menjadi bahan perdebatan terkait tingkat pemrosesan dan kandungan gula yang tinggi. Di artikel ini, kita akan menggali lebih dalam mengenai Milo, yuk!

Milo sebagai Minuman Ultra-Processed

Istilah "ultra-processed" merujuk pada makanan dan minuman yang dibuat melalui proses industri yang intensif dan melibatkan penggunaan bahan tambahan, termasuk bahan kimia yang mungkin tidak familiar dalam konteks dapur rumah tangga. Dalam konteks Milo, beberapa aspek produksinya dapat dianggap sebagai ultra-processed. Proses pembuatan Milo melibatkan langkah-langkah seperti penggilingan malt, penambahan cokelat, gula, dan bahan-bahan lainnya, serta proses pengemasan yang canggih. Oleh karena itu, dapat dianggap bahwa Milo termasuk dalam kategori minuman yang diproses secara intensif.

Kalo Kamu rajin baca Nutrisantara, pasti Kamu tahu bahwa makanan dan minuman ultra proses tidak baik bagi kesehatan.

Kandungan Gula dalam Milo

Salah satu kritik yang sering diarahkan kepada Milo adalah kandungan gula yang tinggi. Gula adalah salah satu bahan utama yang memberikan rasa manis pada Milo. Meskipun gula dapat memberikan kenikmatan rasa, asupan gula yang berlebihan dapat berkontribusi pada masalah kesehatan, seperti obesitas dan penyakit gigi.

Penting bagi Kamu untuk membaca label nutrisi yang tertera pada kemasan Milo untuk mengetahui jumlah gula yang terkandung. Fakta bahwa Milo mengandung banyak gula perlu dipertimbangkan oleh individu yang memperhatikan asupan gula dalam diet mereka.

Kamu tidak mau kan minum Milo malah mengakibatkan diabetes? Hmm.

Milo: Bukan Susu, Tapi Minuman Gula Rasa Malt dan Cokelat

Pnting untuk diklarifikasi bahwa Milo bukanlah susu, meskipun seringkali dikonsumsi dengan susu. Milo sebenarnya merupakan minuman malt dengan tambahan rasa cokelat, yang memberikan rasa khas seperti sus yang diinginkan oleh banyak konsumen.

Oleh karena itu, ketika seseorang menyebut Milo, mereka sebenarnya merujuk pada minuman malt yang dapat disajikan dengan atau tanpa susu. Dengan memahami perbedaan ini, Kamu dapat membuat pilihan yang lebih informasional terkait produk yang dikonsumsi dan bagaimana menyertakan Milo dalam pola makan Kamu.

Analisis Fakta Nutrisi Milo: 40% Gula

Penting untuk melihat secara kritis informasi nutrisi yang tertera pada kemasan Milo untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang apa yang dikonsumsi. Menurut beberapa sumber, Milo dapat mengandung sekitar 40% gula dari berat bersihnya. Hal ini menciptakan pertanyaan tentang keseluruhan keseimbangan nutrisi dari minuman ini.

Meskipun Milo juga memberikan kontribusi nutrisi lain, seperti vitamin dan mineral, kandungan gula yang signifikan perlu menjadi pertimbangan bagi Kamu yang berusaha menjaga asupan gula mereka dalam batas yang direkomendasikan oleh ahli kesehatan.

sumber: milo.co.id

Kesimpulan: Milo bukan minuman sehat bro and sis!

Jadi, Milo adalah minuman rasa malt dan cokelat yang telah menjadi ikon di banyak negara. Meskipun tercakup dalam kategori minuman ultra-processed dan memiliki kandungan gula yang signifikan, Milo juga memberikan sedikit nutrisi tambahan seperti vitamin dan mineral. Sebelum beli atau konsumsi Milo, kami sarankan untuk membaca label nutrisi dengan cermat dan mempertimbangkan kebutuhan kesehatan pribadi Kamu.

Tapi tim Nutrisantara sangat menyarankan untuk tidak diminum secara rutin ya. Kalo perlu hindari selamanya. Tutup saja cerita Kamu dengan Milo dan cari alternative minuman lainnya yang lebih sehat.

Untuk Kamu yang mencari alternatif yang lebih sehat dari Milo, berbagai opsi tersedia untuk memenuhi kebutuhan akan minuman rasa malt dan cokelat. Berikut adalah beberapa alternatif yang dapat kalian pertimbangkan:

  1. Matcha latte

    Minuman teh matcha adalah alternatif yang jauh lebih sehat dibanding Milo karena mempunyai manfaat yang jauh lebih baik dengan adanya antioksidan.

  2. Minuman Rasa Susu Nabati

    Untuk Kamu yang menghindari produk susu dan gula berlebihan, minuman rasa malt nabati dapat menjadi alternatif yang baik. Ada banyak pilihan susu nabati seperti susu almond, susu kedelai, atau susu oat yang dapat dicampur dengan bubuk malt atau cokelat untuk menciptakan minuman yang lezat dan rendah gula.

  3. Smoothie Cokelat Sehat

    Smoothie menawarkan alternatif yang sangat sehat dengan menggunakan bahan-bahan seperti pisang, bubuk kakao tanpa gula, dan susu rendah lemak atau susu nabati. Kamu dapat menyesuaikan tingkat manisnya sesuai selera dengan menambahkan pemanis alami seperti madu atau kurma.

  4. Air Kelapa 

    Air kelapa merupakan sumber elektrolit yang menyegarkan dan rendah kalori. Cari di supermarket terdekat dengan merek yang tidak mengandung gula atau zat tambahan.

  5. Whey Protein Rasa Coklat 

    Susu whey selain enak, namun juga mengandung banyak protein yang mampu membantu Kamu merasa kenyang lebih lama. Susu whey mempunyai takaran protein per saji sekitar 20-25 gram protein.

Jadi, masih mau minum Milo?

Ya gapapa sih jika Kamu ingin melakukan aktivitas fisik yang berat, mungkin cocok untuk dikonsumsi sebagai asupan karbo dan gula untuk bahan bakar pada saat kalian angkat beban.

Namun, kalo kamu adalah kaum rebahan dan makannya tiap hari McD dan KFC, hati-hati kena diabetes ya.

Join the conversation

or to participate.