• Nutrisantara
  • Posts
  • Minum Es Teh Manis Setelah Makan Tidak Semanis Yang Dikira

Minum Es Teh Manis Setelah Makan Tidak Semanis Yang Dikira

Kini Aku sadar janji palsu pada es teh manis.

“Bang, baksonya satu yaa!”

“Siapp, minumnya apa?

“Es teh manis dong kayak biasanya.”

“Siap, 5 menit yaa!”

Perbincangan abang tukang bakso dan pelanggannya.

Begitulah bentuk perbincangan singkat antara abang tukang bakso dan pelanggannya yang biasa terjadi. Warga Indonesia, khususnya, belum merasa puas jika belum minum yang manis-manis setelah makan siang ataupun malam. Teh menjadi pilihan favorit untuk memuaskan rasa dahaga di tengah panasnya cuaca di Indonesia.

Apalagi dengan ditambah batu es yang menjadikan rasa teh manis makin maknyus 10 kali lipat. Nikmat tiada banding minum es teh manis setelah makan di tengah cuaca yang sangat panas. Ah, enaknya…

Namun, apakah benar seenak itu tanpa ada resiko yang perlu kita waspadai dengan meminum es teh manis setelah makan?

Kok rasanya “too good to be true” ya?

Seperti biasanya, tim Nutrisantara suka banget mengorek sesuatu secara mendalam pada suatu kebiasaan warga Indonesia yang dianggap baik-baik saja, seperti beberapa resiko makan Indomie, tiga mitos dan fakta tentang sarapan, kenapa makan malam tidak bikin gendut, dan masih banyak lagi.

Kali ini, kita akan membahas tiga hal yang perlu Kamu waspadai jikalau Kamu sering minum es teh manis setelah makan:

1. Kafein

Siapa di sini yang sahabatnya kafein? Warga-warga pecinta kopi pasti langsung angkat tangan.

Betul, selain kopi, teh juga mengandung sejumlah kafein walaupun tidak sebanyak satu cangkir espresso. Kafein adalah zat yang terkandung di kopi dan teh yang bertanggung jawab untuk bikin mata Kamu melek dalam beberapa waktu ke depan.

Bagi Kamu yang mempunyai masalah tidur atau insomnia, tidak dianjurkan untuk minum teh setelah makan malam karena itu akan mengganggu kualitas tidur.

Selain itu, teh juga mengganggu penyerapan zat besi yang berasal dari makanan yang dikonsumsi. Jika Kamu tergolong orang yang mengalami kekurangan zat besi, ada baiknya Kamu tidak mengonsumsi teh setelah makan. Sebaiknya untuk menunggu beberapa saat setelah makan.

Zat besi berguna dalam pembentukan zat darah hemoglobin and myoglobin. Zat besi juga turut serta dalam proses pembentukan energi yang ada di dalam tubuh. Tidak hanya itu, Zat besi juga berpartisipasi dalam meningkatkan imun tubuh dan fungsi otak.

Nutrisantara

2. Tanin

Selain kafein, teh juga mengandung senyawa lain yaitu tanin. Tanin adalah zat yang bertanggung jawab memberikan rasa pahit pada teh. Namun, tanin juga dapat mengikat dan mengurangi penyerapan mineral pada tubuh kita. Kekurangan mineral dapat mengakibatkan gangguan terhadap kesehatan tulang, funsi otot dan imun, dan mengakibatkan anemia.

Tidak hanya itu, tanin juga dapat memicu terjadinya konstipasi atau diare. Itu sebabnya tidak dianjurkan untuk minum teh setelah makan.

3. Gula

Minum teh kurang lengkap tanpa gula, benar gak?

Ketika Kamu mengonsumsi minuman dengan gula, khususnya setelah makan, ini dapat menyebabkan lonjakan cepat dalam kadar gula darah. Lonjakan ini sering diikuti oleh penurunan kadar gula darah. Penurunan ini dapat menyebabkan peningkatan rasa lapar dan keinginan untuk makan berlebihan atau mengonsumsi camilan manis lainnya untuk menjaga energi.

Ini dapat mendorong Kamu untuk overeating yang ujung-ujungnya menyebabkan Kamu tambah gendut. Selain itu, perubahan kadar gula ini dapat menyebabkan rasa kantuk yang luar biasa.

Pasti sering dong Kamu mengantuk sehabis makan? Biasanya, itu didorong dari gula dan karbohidrat yang terdapat pada nasi dan juga ditambah dengan es teh manis. Tidak heran Kamu makannya jadi lebih banyak dan setelah itu timbul rasa kantuk.

Ngaku gak?

4. Pencernaan

Perlu diwaspadai bagi beberapa orang yang sensifitif terhadap kafein yang terkandung pada teh dan kopi dapat membahayakan kesehatan sistem pencernaan seperti kembung dan mual. Ada juga yang dapat mengakibatkan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) bagi orang yang sangat sensitif terhadap kadar asam pada teh. Namun, ini sangat jarang terjadi.

Baca juga:

Jadi, sekarang Kamu paham kan kenapa mesti waspada meminum teh setelah makan. Tulisan ini tidak untuk melarang Kamu mengonsumsi teh setelah makan, namun ditulis untuk memberikan pemahaman terhadap hal atau kebiasaan yang banyak dilakukan banyak orang tetapi belum tentu baik bagi kesehatan.

Beberapa dampak negatif yang dijelaskan di atas hanya terjadi bagi sebagian orang saja. Kalau kamu tidak memiliki masalah terhadap kekurangan zat besi dan mineral, Kamu tetap diperbolehkan mengonsumsi es teh manis setelah makan. Namun dianjurkan untuk dikonsumsi secara wajar tidak lebih dari satu gelas.

Adapun waktu terbaik untuk mengonsumsi teh sebaiknya dilakukan minimal setengah atau satu jam setelah makan untuk mencegah dampak negatif yang dapat terjadi pada tubuh Kamu. Dan, sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi teh 2-3 jam sebelum tidur karena teh mengandung kafein yang dapat mengganggu kualitas tidur Kamu secara keseluruhan.

Yuk mulai sekarang kita minum es teh manis secara bertanggung jawab!

Join the conversation

or to participate.