Creatine: Manfaat, Jenis, Efek Samping

Mar 20, 2025

Bukan tanpa alasan creatine jadi salah satu suplemen paling populer di kalangan atlet. Tapi…

  • Perlukah kamu mengonsumsinya?
  • Apa manfaat dan efek sampingnya?
  • Berapa dosis yang tepat?
  • Bagaimana sebenarnya cara kerja creatine di dalam tubuh?

Mari kita bahas secara tuntas.

Apa Itu Creatine?

Creatine adalah senyawa alami yang berperan penting dalam produksi ATP (adenosin trifosfat), yaitu sumber utama energi bagi sel-sel tubuh kita.

Tubuh kita dapat membuat creatine secara alami di hati, pankreas, dan ginjal, menggunakan tiga asam amino: glisin, arginin, dan metionin. Sebagian creatine juga bisa didapat dari makanan, terutama dari produk hewani tinggi protein seperti daging merah dan ayam.

Karena creatine hanya ditemukan di sumber hewani, seseorang yang memiliki diet vegetarian dan vegan cenderung memiliki kadar creatine yang lebih rendah dalam otot. Itulah sebabnya, mereka biasanya merasakan efek yang lebih signifikan saat mengonsumsi suplemen creatine.

Semakin banyak cadangan creatine di dalam sel otot, semakin cepat tubuh bisa meregenerasi ATP. Suplementasi creatine bisa meningkatkan daya tahan otot, terutama saat melakukan aktivitas anaerobik dengan intensitas tinggi seperti angkat beban max effort atau sprint.

Inilah mengapa creatine menjadi suplemen andalan di kalangan atlet angkat beban, powerlifter, sprinter, dan segala cabang olahraga yang menuntut kekuatan eksplosif.

Dan yang terpenting, creatine adalah salah satu suplemen yang paling populer dipakai oleh atlet berbagai kalangan, dari yang profesional hingga yang rekreasional. Hal ini membuat creatine menjadi salah satu suplemen yang sudah sering diteliti dan terbukti aman digunakan.

Cara Kerja Creatine: Membantu Sistem Fosfagen ATP-PCr

Pada intinya, mengonsumsi creatine membantu sel otot kita menyimpan lebih banyak bahan baku untuk membuat ATP, sumber utama energi bagi tubuh.

ATP (adenosin trifosfat) adalah molekul yang menyediakan energi untuk hampir semua aktivitas sel. ATP terdiri dari satu molekul adenosine dan tiga gugus fosfat (tri-fosfat).

Tubuh menggunakan ATP untuk banyak hal penting, seperti:

  • Menggerakkan otot dan tubuh
  • Menjalankan reaksi kimia (seperti kerja enzim)
  • Mengaktifkan otot-otot pencernaan (peristaltik)

Karena peran pentingnya, ATP sering disebut sebagai “mata uang energi” (energy currency) sel. Hampir semua proses metabolik di tubuh kita membutuhkan ATP untuk bisa berjalan.

Bagaimana Creatine Membantu Regenerasi ATP?

Untuk memahami bagaimana creatine dapat membantu regenerasi ATP, kita perlu memahami dulu apa itu ATP dan bagaimana tubuh memproduksinya.

Salah satu jalur energi tercepat dalam tubuh adalah sistem energi fosfagen (ATP-PCr). Sistem ini sangat berguna saat tubuh membutuhkan energi secara cepat dalam waktu singkat. Misalnya saat sprint atau angkat beban berat (5 reps >80%RM contohnya).

Di dalam sistem ini, molekul bernama phosphocreatine (PCr) memainkan peran penting. Phosphocreatine tersimpan di dalam sel otot dan bertugas menyumbangkan gugus fosfat untuk meregenerasi ATP.

Begini Mekanisme Produksi ATP dengan Phosphocreatine

Ketika tubuh membutuhkan energi secara cepat:

  1. ATP (adenosin trifosfat) akan dipecah menjadi ADP (adenosin difosfat) dan fosfat, melepaskan energi. (ATP → ADP + P + energi)
  2. Enzim creatine kinase lalu memecah phosphocreatine menjadi creatine bebas dan fosfat. (Pcr → P + Cr)
  3. Fosfat dari PCr ini kemudian digunakan untuk mengubah ADP kembali menjadi ATP. (ADP + P→ ATP)

Setelahnya:

  • Creatine bebas yang terbentuk bisa mengalami reaksi fosforilasi ulang (dengan menambahkan fosfat) untuk menjadi phosphocreatine lagi. Tapi ini hanya terjadi saat tubuh sedang beristirahat, bukan saat sedang latihan.
  • Creatine yang tidak difosforilasi ulang akan berubah menjadi kreatinin, lalu dikeluarkan dari tubuh lewat urin.

Kenapa Ini Penting?

Energi dari pemecahan ATP adalah mata uang utama energi sel. Jadi semakin cepat tubuh bisa meregenerasi ATP, semakin tinggi kapasitasnya untuk melakukan kerja otot yang intens.

Itulah sebabnya, semakin banyak creatine yang tersedia di dalam otot, semakin banyak phosphocreatine yang bisa disimpan, dan semakin cepat tubuh bisa membentuk kembali ATP selama aktivitas intens.

Mengapa Creatine Tidak Terlalu Berdampak untuk Olahraga Endurance?

Sistem ATP-PCr adalah sistem utama untuk aktivitas berdurasi sangat pendek dan sangat intens, sekitar 0–10 detik—seperti sprint jarak pendek, lemparan eksplosif, atau angkat beban maksimal. Namun, cadangan phosphocreatine cepat habis.

Pada olahraga endurance seperti lari jarak jauh atau bersepeda, tubuh lebih mengandalkan sistem energi lain seperti glikolisis dan fosforilasi oksidatif. Itulah sebabnya supplementasi creatine biasanya tidak berdampak besar pada performa endurance.

Manfaat & Kegunaan Creatine

Manfaat & kegunaan creatine terlihat lebih signifikan pada orang-orang yang memang punya level creatine yang rendah, terutama orang yang memiliki diet vegetarian.

1. Meningkatkan Kekuatan Otot Saat Aktivitas Intens (Aktivitas 10-15 detik)

Creatine berfungsi untuk meningkatkan kadar fosfokreatin di dalam otot, yang kemudian digunakan untuk memproduksi ATP. 

Dan, seperti yang sudah kita bahas di atas, ATP adalah sumber energi utama bagi otot untuk melakukan kontraksi.

Peningkatan produksi ATP ini membantu tubuh agar tetap bertenaga dan kuat saat melakukan latihan intensitas tinggi seperti angkat beban.

Studi (Rawson & Volek, 2003, Dempsey et al., 2002, Branch, 2003) mengenai suplementasi creatine menemukan bahwa suplementasi creatine dapat meningkatkan performa angkat beban, terutama untuk strength dan power output.

2. Meningkatkan Massa Otot  

Ketika dikombinasikan dengan latihan angkat beban, creatine dapat membantu hipertrofi otot (Chilibeck et al., 2017, Forbes et al., 2021).

Creatine membantu meningkatkan volume sel otot dengan menarik lebih banyak air ke dalam otot (cell volumization), sehingga membantu otot tampak lebih besar sekaligus meningkatkan sintesis protein (Wang et al., 2024).

3. Mendukung Pemulihan Otot  

Creatine dapat mendukung pemulihan otot yang lebih cepat dan mengurangi inflamasi serta oxidative stress pada otot (Cooper et al., 2012). 

4. Meningkatkan dan Menjaga Fungsi Otak  

Di luar dunia olahraga, banyak penelitian yang mulai menemukan manfaat creatine pada kesehatan dan fungsi otak.

Menariknya, cara kerja creatine di otak mirip seperti di otot. Yaitu creatine berperan sebagai sumber energi cepat melalui sistem phosphocreatine untuk membantu produksi ATP. Otak pun termasuk organ yang paling banyak membutuhkan ATP.

Ada korelasi antara suplementasi creatine dan penurunan oxidative stress dan peningkatan efisiensi fungsi mitokondria dalam sel yang dapat memberikan proteksi dari penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer’s dan Parkinson’s (Adhihetty & Beal, 2008).

Namun, satu studi menemukan bahwa suplementasi creatine tidak dapat memperlambat gejala parkinson, sehingga sepertinya creatine lebih tepat untuk digunakan untuk upaya preventif (Kieburtz et al., 2015).

Creatine bermanfaat untuk meningkatkan daya ingatan, terutama pada orang-orang yang level creatine-nya rendah, seperti individu dengan diet vegetarian (Rae et al., 2003) dan lansia (McMorris et al., 2007, Prokopidis et al., 2023).

Bagi orang-orang yang beresiko atau pernah mengalami stroke, penelitian menunjukkan bahwa peningkatan cadangan creatine di otak dapat membantu menjaga fungsi otak dalam kondisi pasokan darah atau oksigen yang rendah (Turner, Byblow, Gant, 2015).

5. Meningkatkan Sensitivitas Glukosa Sel

Bila dikombinasikan dengan olahraga rutin, suplementasi creatine dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan meningkatkan penyerapan glukosa darah.

Salah satu efek creatine adalah menarik lebih banyak air dalam sel otot, membuat efek osmotik yang dapat meningkatkan sintesis glikogen. Ketika glikogen meningkat, maka sel otot akan membutuhkan glukosa yang lebih banyak lagi (Gualano et al., 2011).

Perbandingan Jenis Creatine

Creatine tersedia dalam beberapa bentuk, beberapa diantaranya yang paling populer dan umum adalah creatine monohydrate dan creatine hydrochloride (HCL)

Creatine monohydrate adalah bentuk yang paling umum dan paling banyak diuji secara ilmiah, dengan harga yang relatif terjangkau dan ketersediaan yang luas. 

Sedangkan creatine HCL memiliki keunggulan dalam hal penyerapan yang lebih cepat dan tidak memerlukan fase loading.

Jenis CreatineKeunggulanKekurangan
Creatine MonohydratePaling banyak ditelitiHarga terjangkauLebih sulit larut di air, cenderung mengakibatkan gangguan pencernaan ringan seperti kembung
Creatine HCLPenyerapan lebih cepat, dicerna lebih baikHarga lebih mahal

Dosis & Cara Konsumsi Creatine

Ada dua cara konsumsi creatine:

1. Dengan Fase Loading (Efek Lebih Cepat)

Dosis creatine fase loading: 20g/hari (dibagi 4 dosis) selama 5-7 hari, lalu 3-5g/hari seterusnya.

Fase loading creatine ini membantu creatine terserap lebih cepat, sehingga efeknya lebih cepat terasa.

2. Tanpa Loading (Efek Bertahap, Lebih Stabil)

Dosis creatine tanpa loading adalah 3-5g/hari.

Efeknya akan terasa dalam 3-4 minggu, tetapi tetap efektif.

Apakah harus melakukan creatine loading? Tidak juga, karena nantinya dalam jangka panjang efeknya sama. Hanya saja, keuntungan creatine loading adalah efeknya jadi lebih cepat terasa pada tubuh kita. 

Kapan Waktu Terbaik untuk Konsumsi Creatine?

Hanya satu studi menunjukan bahwa suplementasi setelah olahraga (post workout) memberikan manfaat hiptertrofi otot yang sedikit lebih baik (Cribb & Hayes, 2006). Namun tidak ada lagi studi yang menunjukan efek yang signifikan terhadap waktu konsumsi creatine.

Sehingga waktu terbaik untuk konsumsi creatine sepertinya tidak terlalu penting. Yang penting adalah konsisten konsumsi setiap hari dengan dosis 3-5g.

Efek Samping Creatine

Creatine umumnya aman dikonsumsi dalam dosis yang tepat. Namun, beberapa efek samping yang mungkin terjadi meliputi:

  • Retensi Air dan Kenaikan Berat Badan
    Peningkatan kadar air dalam otot dapat menyebabkan kenaikan berat badan sementara.
  • Gangguan Pencernaan
    Beberapa orang mungkin mengalami kembung atau gangguan pencernaan, terutama jika mengonsumsi dosis tinggi tanpa cukup air.
  • Dehidrasi
    Creatine menarik air ke dalam otot, sehingga penting untuk menjaga hidrasi yang cukup.

Bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti masalah ginjal atau hati, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi creatine. Walaupun creatine tidak berdampak negatif untuk orang dengan ginjal sehat.

Creatine Ada Batasnya Juga. Lebih Banyak Nggak Berarti Lebih Baik

Memang benar creatine membantu meningkatkan performa dan volume otot, tapi bukan berarti kamu harus ngegas minum sebanyak-banyaknya.

Karena pada suplementasi creatine, ada yang namanya threshold effect atau saturation limit.

Ketika cadangan phosphocreatine di ototmu sudah penuh—sekitar 150–160 mmol per kilogram berat kering otot, tambahan creatine cuma bakal berakhir jadi kreatinin yang dibuang lewat urin (Greenhaff, 1995).

Jadi walaupun kamu konsumsi lebih banyak creatine, kadar creatine otot nggak akan terus naik. Otot punya “kapasitas tampung”, dan kalau sudah penuh, ya udah. Yang masuk cuma bikin kantong bolong sama potensi gangguan pencernaan.

Jadi gini:

  • Konsisten aja dengan dosis efektif (3–5g/hari).
  • Nggak ada gunanya nambah dosis tanpa batas—ototmu nggak bisa menampung lebih.

Creatine adalah salah satu suplemen olahraga yang sudah banyak diteliti dan terbukti aman untuk dikonsumsi. Dari meningkatkan energi, pertumbuhan otot, hingga mendukung fungsi otak, creatine memberikan berbagai manfaat. Harganya pun juga tidak terlalu mahal. 

Bila kamu mau mempercepat progress angkat beban dan pertumbuhan massa otot kamu, maka ini adalah salah satu suplemen yang sebaiknya kamu pertimbangkan.

FAQ Seputar Creatine

Apakah creatine aman untuk wanita?

Ya, creatine aman dan bermanfaat bagi wanita, termasuk dalam meningkatkan massa otot dan fungsi kognitif.

Apakah perlu fase loading?

Tidak wajib. Fase loading mempercepat efek, tetapi konsumsi harian tanpa loading juga efektif.

Kapan waktu terbaik mengonsumsi creatine?

Konsistensi lebih penting daripada waktu spesifik. Namun, beberapa studi menyarankan konsumsi setelah latihan dapat sedikit lebih efektif.

Apakah creatine menyebabkan kerusakan ginjal?

Pada individu sehat, creatine tidak menyebabkan kerusakan ginjal. Namun, konsultasikan dengan dokter jika memiliki kondisi ginjal.